Sebelumnya, karena saya belum tau apa itu arti tarbiyah dzatiyah, .....
Oleh karena itu dibahaslah bab tersebut dalam kultum subuh @kosan.... ^_^
Tarbiyah dzatiyah adalah sejumlah sarana tarbiyah (pembinaan) yang diberikan orang Muslim, Muslimah kepada dirinya untuk memebentuk kepribadian Islami yang sempurna diseluruh sisinya;ilmiah,iman,akhlak, sosial, dll, dan naik tinggi ke tingkatan kesempurnaan sebagai manusia.
Atau dengan kata lain, tarbiyah dzatiyah adalah tarbiyah seseorang terhadap diri sendiri dengan dirinya sendiri.
Adapun urgensinya tidak dijelaskan dalam kultum pagi itu, tetapi disuruh baca sendiri di buku....
Ya, meski tidak dijelaskan, dibuku tersebut dituliskan bahwa urgensi tarbiyah dzatiyah itu ada 8......
Nanti bagi yang pengen tau lebih jelasnya lagi, bisa membaca bukunya atau bertanya ke orang yang lebih faham....yang jelas di sebutkan bahwa salah satu urgensinya adalah Menjaga diri mesti didahulukan daripada menjaga orang lain....
Selanjutnya langsung masuk ke sarana-sarananya pun sangat banyak, salah satunya adalah muhasabah, apa itu muhasabah?...muhasabah bisa desebut juga evaluasi, kita harus mengevaluasi diri sendiri atas kebaikan dan keburukan yang telah kita kerjakan, meneliti kebaikan dan keburukan yang telah kita kerjakan...tujuanya agar kita tidak terperanjat kaget dengan sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya pada Hari Kiamat, karena kita menyakini bahwa kelak amalan2 yang telah kita lakukan akan dihisab dan ditimbang, terkadang kita mungkin merasa telah melakukan banyak amalan amalan baik daripada amalan buruk, tetapi alangkah kagetnya kita ketika nanti kita menerima buku catatan amal yang telah kita lakukan, ternyata disitu tertulis tidak seperti dugaan kita, yaitu amalan baik kita lebih sedikt daripada amalan buruk yang kita lakukan, nah disinilah guna bermuhasabah.
Ditegaskan dalam firman Allah QS. Al-Hasyr:18 yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok(akhirat).”
Ibnu Katsir rahimahullah berkata :”Maksudnya, hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab!Lihatlah amal-amal shalih yang telah kalian tabung untuk diri kalian pada hari kembali dan pertemuan kalian dnegan Tuhan kalian!Ketahuilah, Allah mengetahui semua perbuatan dan kondisi kalian! Tidak ada sesuatu apa pun pada kalian, yang tidak diketahui Allah”
Diriwayatkan dari Nabi, SAW bahwa beliau bersabda, yang artinya:
“Orang cerdas(berakal) adalah orang yang menghisab dirinya dan berbuat untuk setelah kematian. Dan ,orang lemah ialah orang yang mengikutkan dirinya kepada hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.”(Diriwayatkan At-Tirmidzi)
Umar Bin Khaththab radhiyallahuanhu berkata di kata mutiaranya yang terkenal,”Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang, karena kalianlebih mudah menghisab diri kalian hari ini daripada kelak!Bersiaplah untuk menghadapi pertemuan terbesar. Ketika itu, kalian dipertemukan dengan Allah dan tidak ada sesuatu apa pun pada kalian yang tersembunyi.’(Diriwayatkan Imam Ahmad di Az Zuhdu,hal.177)
Al- Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,”Seseorang senantiasa baik selagi ia punya penasihat dari dirinya sendiri dan muhasabah menjadi keinginanya.”
Hal ini ditegaskan Ibnu Al-Qayyim rahimahullah dengan perkataanya,”Yang paling membahayakan orang ialah ia tidak melakukan muhasabah dan meyepelekan masalah . sikap seperti itu membawa kepada kebinasaan dan itulah kondisi orang-orang tertipu. Salah seorang dari mereka tidak menggubris hasil akhir, kondisi terus berjalan dan ia bersandar kepada ampunan. Ia tidak melakukan muhasabah terhadap dirinya dan merenungkan hasil akhir. Jika itu ia lakukan, ia mudah terjerumus dalam dosa, sennag denganya dan susah disapih dari dosa.”
Karena besarnya aspek ini dalam tarbiyah dzatiyah , maka dijelaskan beberapa panduan umum sebagai berikut :
1. URGENSI MUHASABAH SECARA RUTIN
Dalam mentarbiyah diri sendiri, orang Muslim yang serius dikenal ersungguh-sungguh dalam melakukan muhasabah terhadap dirinya dari waktu ke waktu dan memeriksa isi kehidupanya,agar ia tau pikiran-pikiran benar apa saja yang ia bawa, lau ia kembangkan, amal-amal baik apa saja yang ada padanya lalu ia konsisten mengerjakanya, apa saja titik-titik lemah dan kemaksiatan di aspek ilmiah dan amal lalu ia menjauhinya...(Semoga kita bisa belajar memahami hal ini)
Ibnu Al Qayyim rahimahullah berkata menjelaskan salah satu kiat muhasabah :
“Hal yang paling bermanfaat bagi orang ialah ia duduk sesaat ketika hendak tidur. Ia lakukan muhasabah terhadap dirinya pada saat tersebut atas kerugian dan keuntunganya pada hari itu. Lalu ia memperbarui taubatnya dengan nasuhah kepada Allah, lantas tidur dalam keadaan bertaubat dan bertekad tidak mengerjakan dosa yang sama jika ia telah bangun. Itu ia kerjakan setiap malam. Jika ia meninggal pada malam tersebut dalam keadaan seperti itu, ia meninggal dalam keadaan bertaubat. Jika ia bangun, ia bangun dalam keadaan siap beramal, senang ajalnya ditunda, dan siap mengerjakan perbuatan-perbuatan yang belum ia kerjakan.”
MASIH ADA 4 Panduan umum lagi, tapi waktu sudah pukul 6.00....ehhmmmm..padahal ada kul jam 7...harus siap-siap biar ga telat...jadi lanjutanya ditunda dulu .......
Lain kali kalau masih diberi kesempatan semoga bisa melanjutkan.
***________pagi hari, setelah subuh ,menyimak kultum dr mba’.....diambil dari buku tarbiyah dzatiyah karangan Abdullah bin Abdul Aziz Al-Aidan.....................meringkas....>>>>>....._____________********
5 komentar:
Pertamax ^^
siip....
Keep blogging ^^
mantabbb sekali ya kultum itu
uha:keep blogging, tp tetp smangad..tgh ha..wktu km ajarin serasa dapat pencerahan...yg lain ..mesti smangaddd... :)
pak m.wiyono:trimakasih pak sudah berkunjung di blog ini..